Oleh: Sinang Bulawan
Apakah anda
termasuk penggemar bola?
Piala Dunia sudah
dimulai. Apakah anda yakin bahwa kesebelasan yang anda jagokan sudah memenuhi
perkiraan anda?
Ada yang menarik
sejak laga Piala dunia Afrika Selatan 2010 dimulai tanggal 11 Juni 2010 yang
lalu, yakni munculnya kesebelasan yang dulunya tidak pernah diunggulkan,
menjadi jagoan baru. Selain itu, tumbangnya kesebelasan yang menurut
prakiraan di atas kertas, bakal menang mudah atas suatu kesebelasan.
Pada putaran
pertama, sebagian orang tidak percaya bila Spanyol bisa dikalahkan Swiss, dan
Jerman takluk terhadap Serbia. Dan, yang sangat menghebohkan
adalah bagaimana Perancis dan Italia bisa tersingkir di babak pertama.
Bola itu bundar.
Banyak sekali
kata-kata ini sering muncul dalam percakapan sehari-hari.
Bola memang
bentuknya bulat, namun bila sudah ditendang ke sana ke mari maka bentuknya
menjadi bulat berputar sehingga menjadi bundar. Kita tidak akan tahu akan
sampai mana akhirnya. Tergantung dari gerakan kaki-kaki yang menendang,
dan kecepatan bergulir bola itu sendiri.
Suatu
ujung yang tidak akan pasti, sampai wasit menghentikan pertandingan dalam
waktu 2x45 menit. Pada saat itulah skor menentukan.
Bola itu bulat.
Dari dulu bola itu
dibuat bulat, namun kemasannya berbeda-beda. Dari tahun ke tahun. Dari ajang
Piala Dunia satu, ke Piala Dunia berikutnya.
Untuk Piala Dunia
2010 ini, Adidas memiliki lisensi untuk membuat bola resmi Piala Dunia 2010.
Dan dengan keinginan FIFA agar gol banyak tercipta, maka Adidas pun berusaha
membuat bola yang diinginkan FIFA tersebut. Panel-panelnya didesain lebih
memudahkan striker mudah menembak, gelandang mudah menggiring bola, dan
kiper mudah menendang serta menepis bola.
Begitupun desain
pembentukan kulit pembalut bola itu sendiri. Kalau dulu kita tahunya bentuk
bulat bola itu dibuat dengan menjahitkan satu puzzle bersegi lima dengan
puzzle-puzzle seperti itu lainnya, maka sekarang bentuknya sudah lebih aneh.
Sudah sangat modern, yang tidak akan bisa dibuat dengan manual seperti dulu.
Sekarang kemasannya sudah tidak dijahit tetapi menggunakan sistem
perekatan dengan mesin.
Bola itu Jabulani.
Piala Dunia di
Afrika Selatan tidak terlepas dari penggemar bola seperti dimanapun berada.
Hanya saja di Afrika Selatan ini, mereka menamakan bola itu Jabulani.
Keanehan nama ini
juga tidak mengherankan karena setiap negara dan suku di dunia memiliki
perbendaharaan kata tertentu untuk yang namanya bola. Namun, Jabulani ini
memang sedikit berbeda dengan bola FIFA sebelumnya. Pada Piala Dunia sekarang,
Jabulani dibuat Adidas lebih ringan dan sisi permukaan kulitnyanya lebih
lebar 70 persen. Jadi jangan heran bila banyak penjaga gawang tak bisa
menguasai Jabulani, ini karena memang bolanya memang lebih ringan sehingga
gampang lepas bila kiper tidak kukuh menangkapnya.
Bola itu bundar,
Bung!
Bila di Piala Dunia
ini, ternyata Jabulani membuat beberapa kesebelasan yang tidak diperhitungkan,
menjadi jagoan atau bisa bertahan seimbang dengan kesebelasan unggulan, bisa
jadi apakah karena mereka sudah menguasai Jabulani? Atau, apakah karena
ada penyebab lainnya?
Memang bola itu
bentuknya bulat, dan bola itu sekarang namanya Jabulani, tetapi bola itu tetap
bulat berputar waktu ditendang. Bundar. Sesuatu yang tadinya pasti, sekarang
menjadi tidak pasti.
Boleh saja Brazil
dan Argentina dikenal unggulan dalam Piala Dunia. Boleh saja Perancis
sebelumnya Juara Dunia, dan Italia gudangnya pemain profesional, namun untuk
pertandingan semua skor itu tidak akan ada kepastian. Banyak faktor yang
menentukan, mulai dari kwalitas pemain, pelatih, lamanya latihan, pembinaan,
pendidikan, sampai ke hal-hal kecil seperti ras atau suku bangsa, makanan dan
gizi pemain, mental dan emosi pemain, taktik dan strategi, tempat pertandingan,
penonton, dan lain-lainnya.
Penilaian diatas
kertas bisa saja dibuat dengan analisa-analisa, tetapi hasil pertandingan
berbicara lain.
Inggris bisa kalah
dari Swiss bisa jadi karena Swiss adalah kesebelasan pendatang baru, sehingga
Inggris menganggap enteng.
Argentina tidak
belajar dari kesalahan Inggris di perdelapan final. Akibatnya Argentina kalah
oleh Jerman di perempat final. Ini menyangkut strategi dan taktik.
Dua contoh tadi
menggambarkan itulah permainan bola, dan bola itu bundar.
Awalnya kita bisa
memperkirakan dan hasil akhirnya kita tidak akan tahu. Semua tergantung dari
usaha kita. Kita bisa merencanakan, tetapi usaha kitalah yang akan
menentukan.
Memang menarik.
Dan, apakah Juara Piala Dunia nanti juga akan ditentukan oleh takdir.
"Saya percaya
takdir, tetapi takdir yang diusahakan," kata Dahlan Iskan.
Beliau sekarang
menjabat sebagai Direktur Utama PLN. Dulunya, beliau adalah Pendiri kerajaan
bisnis Jawa Pos.
Sumber: Dokumen Sinang Bulawan, 5 Juli 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar